Kalimat scrambling merupakan satu fenomena struktur bahasa Jepang yang jarang diajarkan kepada mahasiswa di tingkat bawah sampai menengah. Berdasarkan distribusi komponennya fungsi, kalimat ini dapat dicirikan dalam model tertentu. Kalimat S Scrambling misalnya menempatkan posisi frase verbanya di depan subjek, M Scrambling mengacak posisi awal kalimat menjadi posisi akhir dan sebaliknya. Sementara kalimat model L Scrambling mengacak komponen tertentu melintasi batasan klausa. Kalimat-kalimat ini menjadi objek Bsu (bahasa sumber) Jepang yang dialihkan ke dalam bahasa Indonesia. Melalui angket data terjemahan scrambling di analisis berdasarkan struktur fungsi, kategori, dan, peran semantisnya. Didapati, bahwa ada kecenderungan responden mengalami kesulitan menerjemahkan kalimat L Scrambling dibanding model lainnya. Kalimat L Scrambling tidak mudah dikembalikan ke posisi baku kalimat bahasa Jepang sehingga mahasiswa menghadapi kesulitan melakukan terjemahan yang berterima. Kategori pengisi fungsi kalimat M dan S Srambling mendapat padanan Bsa Indonesia yang berfariasi. Misalnya ???????menjadi tiga atau dua komponen, unit translasi 'kakak perempuan' dan 'kakak perempuan saya' dengan kecenderugan pola 'y : a, y', b'. Struktur fungsi semua kalimat data terjemahan scrambling berubah dari fungsi scrambling 'Pelengkap-Subjek-Adjektiva', menjadi fungsi baku 'S-Pel-P'. Sebagian data memperlihatkan adanya struktur acak yang sangat kacau. Sehingga tanpa acuan tertentu, kalimat diterjemahkan dengan asal dan menghasilkan beberapa kalimat yang eror.
Copyrights © 2024