Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari karakteristik distorsi harmonik pada penguat transistor satu tahap dan mengidentifikasi bagian komponen penguat yang menjadi sumber terjadinya distorsi harmonik. Penguat yang digunakan menggunakan konfigurasi common-emitter dengan transistor 2N3904. Membandingkan hasil spektrum frekuensi isyarat masukan dan keluaran penguat menggunakan algoritma fast fourier transform dengan Matlab. Mengganti nilai resistansi komponen sebagai pembanding dengan hasil spektrum frekuensi awal untuk mengetahui sumber terjadinya distorsi harmonik. Frekuensi isyarat masukan yang digunakan yaitu 1100 – 1900 Hz. Nilai total distorsi harmonik yang didapatkan dari spektrum frekuensi dengan algoritma fast fourier transform menunjukkan komponen yang menjadi sumber terjadinya distorsi harmonik. Frekuensi masukan 1100 Hz memiliki nilai total distorsi harmonik pada isyarat masukan yaitu -63.2337 dB dan isyarat keluaran yaitu -21.7159 dB. Nilai total distorsi harmonik pada penggantian nilai resistansi 8 kΩ yaitu -21.1217 dB dan RC 12 kΩ yaitu -15.6703 dB, hal ini menunjukkan bahwa harmonik muncul pada keluaran setelah melalui penguat. Amplitudo harmonik yang berkurang seiring dengan meningkatnya nomor harmonik atau meningkatnya frekuensi harmonik yang muncul. Nilai total distorsi harmonik yang mengalami perubahan signifikan yaitu dengan mengganti nilai resistansi pada collector.
Copyrights © 2024