Baja tulangan adalah komponen struktur yang memiliki waste material paling tinggi. Pada saat pembangunan struktur bawah rumah sarirogo banyak menggunakan baja tulangan akan tetapi kebutuhan baja tulangan dihitung pada kondisi eksiting. Bar Bending Schedule digunakan dalam melakukan menghitung kebutuhan baja tulangan berdasarkan shop drawing. Kebutuhan baja tulangan metode BBS adalah adalah Ǿ 6 sebesar 0,098 ton, Ǿ 8 sebesar 0,123 ton, besi Ǿ 12 sebesar 1,183 ton. Perhitungan total waste (%) baja tulangan adalah adalah Ǿ 6 sebesar 8% dengan berat 0,008 ton, Ǿ 8 sebesar 13% dengan berat 0,019 ton, besi Ǿ 12 sebesar 7% dengan berat 0,096 ton. Perbandingan waste (%) baja tulangan antar item pekerjaan adalah footplat sebesar 8% dengan total berat 0,021 ton, sloof sebesar 19% dengan total berat 0,0506 ton, Strous sebesar 18% dengan total berat 0,0509 ton. Oleh karena itu, perhitungan tulangan baja dengan menggunakan metode Bar Bending Schedule dapat meminimalisir waste material.Kata kunci: Tulangan Baja, Waste Material, Bar Bending Schedule
Copyrights © 2024