Penelitian ini memberikan kontribusi yang berharga dalam memahami potensi penggunaan kompos sampah kota dan pupuk kandang sapi untuk meningkatkan produktivitas tanaman jagung (Zea mays L.). Penelitian menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) faktorial dengan 2 faktor dan 3 ulangan, sehingga terdapat 36 petak percobaan. Adapun faktor pertama adalah kompos sampah kota (A) terdiri dari 3 taraf perlakuan, yaitu: A0 = Kontrol (tanpa kompos), A1 = 3,4 kg/petak (setara dengan 10 ton/ha) dan A2 = 5,1 kg/petak (setara dengan 15 ton/ha). Faktor kedua adalah pupuk kandang sapi (B) terdiri dari 4 taraf perlakuan, yaitu: B0 = Kontrol (tanpa pupuk), B1 = 1,36 kg/petak (setara dengan 4 ton/petak), B2 = 2,04 kg/petak (setara dengan 6 ton/ha) dan B3 = 2,72 kg/petak (setara dengan 8 ton/ha). Analisis data menggunakan analisis sidik ragam dan uji Duncan. Variabel yang diamati dalam penelitian ini adalah tinggi tanaman, berat 1.000 biji, produksi, bulk density, porositas tanah dan permeabilitas. Hasil penelitian menunjukkan kombinasi perlakuan terbaik A0B3 dan A1B1, efektif menurunkan bulk density sebesar 8,6% dibanding kontrol, dan efektif meningkatkan porositas tanah sebesar 5,6% dibanding kontrol; pemberian kompos sampah kota dengan dosis 10 ton/ha, efektif meningkatkan pertumbuhan sebesar 6,8% dan kombinasi perlakuan A1B2 efektif meningkatkan produksi jagung sebesar 16,87% dibanding kontrol. Hasil penelitian berpengaruh tidak nyata terhadap berat 1000 biji dan permeabilitas tanah.
Copyrights © 2024