Pada pembangunan dalam negara, terdapat peranan yang penting didalamnya. Dengan inovasi yang terus berkembang setiap waktu serta mendapatkan dukungan dari berbagai negara termasuk Indonesia. Bentuk inovasi tersebut adalah penggunaan material baja canai dingin atau yang biasa disebut cold formed steel. Inovasi ini bentuk dari alternatif bahan bangunan lainnya dan material tersebut memiliki keunggulan dalam hal efektivitas yang tinggi, ekonomis, kemudahan pelaksanaan, dan sebagainya. Menggunakan bahan material baja canai dingin sebagai material balok komposit yang berfokus pada tebal selimutnya sebesar 25 mm, 30 mm, dan 35 mm serta menggunakan profil baja berbentuk C dengan dimensi C80x30x90x0,75. Dilakukan pengujian lentur dengan beban diteraokan pada satu titik tepat di tengah bentang dan dilakukan secara bertahap ditingkatkan hingga gagal atau tidak dapat diterima dengan mengharapkan hasil dari adanya pengaruh variasi tebal selimut terhadap tegangan-regangan, lendutan, kapasitas lentur, dan pola retak. Pada penelitian ini didapatkan kesimpulan dengan variasi tebal selimut 30 mm memiliki kapasitas beban maksimum terbesar, Untuk variasi tebal selimut 25 mm memiliki regangan maksimum terbesar, dan untuk peninjauan di lendutan memiliki hasil bahwa tebal selimut 25 mm 34,349% lebih kecil dibandingkan 35 mm. Kata Kunci: Balok Komposit Berongga, Baja Cold-Formed, ABAQUS, Tegangan-Regangan, Kapasitas Lentur.
Copyrights © 2024