Kegiatan pemberaian material penambangan yaitu batubara dan overburden dengan cara ripping dilakukan supaya memudahkan alat gali untuk memuat material sehingga kegiatan produksi pertambangan dapat dilakukan secara efisien, Kegiatan pemberaian (ripping) dilakukan oleh unit bulldozer ripper D9R untuk material batubara dengan standar target produktivitas 345 bcm/jam dan unit bulldozer ripper D10R untuk material overburden dengan standar target produktivitas 624 bcm/jam, pada aktualnya hasil produktivitas untuk material batubara melebihi standar target produktivitasnya sedangkan untuk material overburden tidak tercapai. Hal tersebut dikarenakan adanya faktor-faktor hambatan yang terjadi di lapangan. Peneliti bertujuan untuk mengevaluasi produktivitas bulldozer ripper yang digunakan dalam pemberaian material untuk memenuhi standar target dan menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi proses ripping material penambangan. Penelitian dilakukan secara langsung di Pit 4 PT Cipta Kridatama Site PT Dizamatra Powerindo. Penelitian dilakukan bertahap mulai dari studi literatur, observasi lapangan, pengambilan data primer dan data sekunder, selanjutnya pengolahan data dan melakukan konsultasi dengan pembimbing disertai penulisan laporan akhir. Material yang di ripping pada overburden adalah sandstone, claystone, dan siltstone dengan nilai seismic velocity di rentang 1000 - 2000 m/s. Sedangkan jenis material yang di ripping pada batubara adalah sub bituminous dengan nilai seismic velocity di rentang 1000 – 2000 m/s. Metode ripping yang digunakan yaitu metode cross ripping. Produktivitas rata-rata bulldozer ripper D9R dari tiga sampel yaitu 551.85 bcm/jam dan produktivitas rata-rata D10R dari tiga sampel yaitu 450,43 bcm/jam. Faktor-faktor yang mempengaruhi proses ripping overburden dan batubara, diantaranya panjang ripping-an, jarak antar ripping an, kedalaman penetrasi, luas area ripping, dan cycle time bulldozer ripper.
Copyrights © 2024