Fondasi energi termal merupakan suatu inovasi hibrid penggabungan struktur fondasi dengan pipa-pipa termal yang dapat menyerap panas bumi sehingga berfungsi sebagai alternatif sumber listrik bangunan di atasnya. Munculnya teknologi ini bertujuan untuk mendukung tercapainya sasaran infrastruktur berkelanjutan dari aspek geoteknik sehingga pemakaian bahan bakar fosil dapat diminimalisir. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh termal terhadap deformasi fondasi dengan pendekatan Metode Elemen Hingga. Pemodelan dilakukan dengan perangkat lunak PLAXIS yang berbasis jaring elemen, sehingga dapat menunjukkan hasil deformasi yang komprehensif. Selain itu, model dibuat bervariasi terhadap parameter termal tanah dan mutu beton fondasi. Hasil analisis menunjukkan bahwa akibat variasi nilai konduktivitas termal menunjukkan penurunan nilai deformasi sebesar 34,112% akibat konduktivitas termal yang diturunkan sebesar dengan kapasitas termal yang tetap, sedangkan pengaruh akibat variasi terhadap besarnya mutu beton yang digunakan pada fondasi menunjukkan persentase perbedaan yang tidak terlalu besar atau dapat dikatakan tidak berpengaruh signifikan.
Copyrights © 2024