Stunting menimbulkan tantangan kesehatan masyarakat global, khususnya pada anak-anak di negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah. Dampak fisik dan kognitif yang terkait dapat menyebabkan berkurangnya produktivitas dan peningkatan risiko penyakit tidak menular di masa dewasa. Memahami faktor-faktor ini sangat penting untuk menerapkan intervensi yang efektif. Penelitian cross-sectional yang dilakukan di Padang Pariaman, Sumatera Barat ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan stunting pada anak usia 0-59 bulan. Sebanyak 142 responden dari Posyandu dilibatkan, dengan data dikumpulkan melalui pengukuran tinggi badan dan kuesioner yang mencakup demografi, riwayat kesehatan, dan faktor lingkungan. Analisis statistik, termasuk uji Chi-kuadrat, dilakukan untuk mengidentifikasi hubungan. Mayoritas responden berada pada kelompok usia 13-36 bulan, berjenis kelamin laki-laki, dan memiliki ibu dengan pendidikan menengah. Prevalensi stunting sebesar 88,7% dan 9,9% diantaranya mempunyai riwayat penyakit kronis. Komplikasi ibu selama kehamilan, status imunisasi, dan akses terhadap jamban sehat bervariasi di antara responden. Terdapat hubungan yang signifikan antara riwayat penyakit kronis dengan derajat stunting (p-value = 0,001). Severe stunting lebih banyak terjadi pada anak-anak yang mempunyai riwayat penyakit kronis. Penelitian ini menemukan adanya hubungan yang signifikan antara riwayat penyakit kronis pada balita dengan derajat stunting di Padang Pariaman sehingga pentingnya intervensi dan program yang ditargetkan untuk mengurangi prevalensi stunting di wilayah tersebut, dengan fokus pada penanganan riwayat penyakit kronis pada anak usia dini.
Copyrights © 2024