Kebanyakan orang percaya bahwa semakin banyak ibadah, menjalankan sunnah, menyebarkan dakwah, dan sering pergi ke masjid, semakin sedikit produktivitas. Ini karena mereka lebih mementingkan kehidupan akhirat mereka daripada kehidupan dunia mereka, sehingga kehidupan mereka terlantar, kesejahteraan dunia mereka tidak diperhatikan, dan kebutuhan rumah tangga mereka tidak terpenuhi. Hal tersebut dibantah oleh Monzer Kahf, beberapa ide tentang ekonomi islam disampaikan oleh Monzer Kahf. Studi ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif. Data utama dikumpulkan melalui wawancara dengan marbot masjid di Alahan Panjang. Untuk melengkapi data dari sumber primer, penulis juga memakai sumber data skunder dari jurnal, buku, hasil riset dan sejumlah besar literatur atau studi akademik. Metode pengumpulan data termasuk wawancara dan observasi dengan marabot masjid Alahan Panjang. Teknik analisis data berupa penelitian kualitatif yang menghasilkan kata-kata. Hasil penelitian ini bahwa Praktik agama tidak menghalangi produktivitas. Pengalaman, dengan ketenangan batin yang diperoleh, maka akan menambah semangat bekerja dan meningkatkan produktivitas. Pengetahuan agama, dengan adanya pengetahuan agama dapat mendipsiplinkan waktu kerja. Pengamalan, dengan mengamalkan ajaran agama seperti tidak boleh mengurangi timbangan, tidak menghalangi produktivitas.
Copyrights © 2023