Pendidikan Islam penting bagi anak usia dini sebagai bekal utama pembentukan karakter generasi muda. Kebutuhan fasilitas pendidikan anak usia dini cukup besar, namun banyak fasilitas pendidikan Islam yang menggunakan langgam desain arab yang tentu kurang sesuai dengan budaya lokal setempat. Budaya arab tidak identik dengan Islam, justru ajaran agama Islam harus dapat diserap oleh budaya lokal tanpa menghilangkan nilai-nilai Islam itu sendiri. Oleh karena itu, diperlukan penerapan nilai Islam dengan menggunakan arsitektur Jawa sebagai bahasa budaya setempat untuk menunjang proses belajar anak. Proses perancangan menggunakan metode rasionalisme dengan studi preseden untuk mendapatkan kriteria desain. Hasil interelasi nilai Islam dan arsitektur Jawa antara lain: nilai hablumminallah, nilai hablumminannas, nilai privasi, nilai kebersihan, dan nilai kesederhanaan. Setiap nilai interelasi tersebut diterapkan pada bangunan seperti bentuk geometri bangunan berupa segi empat sederhana, penataan ruang yang sederhana, penempatan ruang wudu sebagai bentuk nilai kebersihan, penggunaan fasad sebagai unsur privasi, elemen vertikal pada fasad yang mencerminkan nilai hablumminallah, serta koridor atau selasar yang dapat digunakan untuk bersosialisasi sebagai cerminan nilai hablumminannas.
Copyrights © 2024