Indonesia telah memasuki era Industri 5.0, yang ditandai dengan munculnya teknologi canggih seperti kecerdasan buatan, robotika, dan Internet of Things (IoT). Era ini menjadi peluang besar bagi Indonesia untuk meningkatkan pertumbuhan ekonominya, mengurangi kesenjangan pembangunan, dan meningkatkan daya saingnya di pasar global. Salah satu sektor yang memiliki peran strategis dalam perekonomian Indonesia adalah Usaha Mikro dan Kecil Menengah (UMKM), karena sektor ini menyumbang sekitar 60 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia dan menciptakan lapangan kerja bagi sekitar 97 persen dari total tenaga kerja di Indonesia. Selain itu, UMKM juga membantu menyeimbangkan distribusi pendapatan dan mengurangi kesenjangan ekonomi antara wilayah perkotaan dan pedesaan. Meski digadang UMKM sebagai sektor yang responsif dan fleksibel, namun prakteknya di lapangan, UMKM masih menghadapi tantangan yang beragam dalam menghadapi era Industri 5.0 seperti keterbatasan infrastruktur teknologi, keterbatasan pengetahuan dan keterampilan tenaga kerja dalam mengoperasikan teknologi canggih, serta masih banyaknya UMKM yang belum memanfaatkan teknologi digital. Penelitian ini dilakukan untuk mengidentifikasi secara inferensial faktor-faktor apa saja yang masih menghambat daya saing UMKM serta untuk mengetahui bagaimana kesiapan para pelaku UMKM di Kota Banjarmasin dalam menghadapi era Industri 5.0. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif ditambah dengan analisis inferensial untuk mengeneralisir hasil penelitian yang didapat. Teknik pengumpulan data yang digunakan menggunakan snowball sampling dengan subjek penelitian para pelaku UMKM yang mewakili bidang usaha yang ada di Kota Banjarmasin.
Copyrights © 2023