Jurnal Pengembangan Ilmu dan Praktik Kesehatan
Vol. 3 No. 2 (2024): Volume 3, Nomor 2, April 2024

PENGARUH PEMBERIAN INTERVENSI SENAM ERGONOMIK TERHADAP PERUBAHAN NILAI MEAN ARTERIAL PRESSURE PADA LANJUT USIA PENDERITA HIPERTENSI

Retnowulan, Diana (Unknown)
Yulianto, Yulianto (Unknown)



Article Info

Publish Date
04 Apr 2024

Abstract

Hipertensi sering diberi gelar the sillent killer karena penyakit ini merupakan pembunuh tersembunyi, dimana orang tidak mengetahui dirinya terkena hipertensi sebelum memeriksakan tekanan darah. Penderita hipertensi harus selalu memastikan tekanan darah mereka dalam kondisi terkontrol guna menghindarkan penderita hipertensi dari kekambuhan akibat peningkatan tekanan darah. Salah satu terapi komplementer yang dapat diaplikasikan untuk mengendalikan tekanan darah adalah dengan melakukan senam ergonomic secara teratur. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perubahan nilai mean arterial pressure setelah diberikan senam ergonomik terhadap tekanan darah pada lansia hipertensi. Desain penelitian menggunakan quasy experimental dengan pendekatan one group pretest-post test design. Sampel dalam penelitian ini adalah sebagian lanjut usia penderita hipertensi di Dusun Janti Desa Wunut Kecamatan Mojoanyar Kabupaten Mojokerto sebanyak 24 responden yang dipilih menggunakan teknik simple random sampling. Instrumen penelitian menggunakan lembar observasi. analisis data dilakukan menggunakan uji Wilcoxon. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa nilai MAP pada lansia hipertensi sebelum senam ergonomik rata-rata pada hari pertama sebesar 110,92, dan sesudah senam ergonomik rata-rata nilai MAP setelah Latihan keempat sebesar 99,17. Penurunan nilai MAP rata-rata sebesar 11,79. Hasil analisa data menunjukkan p value : 0,000 sehingga ada pengaruh senam ergonomik terhadap perubahan nilai MAP pada lansia hipertensi di Dusun Janti Desa Wunut Kecamatan Mojoanyar Kabupaten Mojokerto. Senam ergonomic dapat menurunkan nilai MAP pada lansia hipertensi. menyebabkan aktivasi sistem saraf parasimpatis akan menghambat stimulasi sistem saraf simpatis. Terhambatnya sistem saraf simpatis akan menyebabkan penurunan curah jantung dan penurunan tahanan perifer sehingga terjadi vasodilatasi. Gabungan vasodilatasi dan penurunan curah jantung akan menyebabkan terjadinya penurunan tekanan darah

Copyrights © 2024






Journal Info

Abbrev

PIPK

Publisher

Subject

Environmental Science Health Professions Medicine & Pharmacology Nursing Public Health

Description

Jurnal Pengembangan Ilmu dan Praktik Kesehatan : memuat tentang hasil penelitian atau pemikiran di bidang kesehatan (keperawatan, kebidanan, public health, farmasi dan lain sebagainya) yang dilakukan oleh civitas akademika internal STIKES Dian Husada Mojokerto, civitas akademika lain dan stakeholder ...