Pada masa remaja, aktivitas seksual pranikah sering terjadi, dan remaja sering kali mengaitkan tindakan ini dengan konsep cinta. Riset oleh Sri Tiatri, Ph.D., Psikolog dari Program Studi S-1 Psikologi Universitas Tarumanagara, bertujuan untuk memahami bagaimana remaja memaknai cinta dalam konteks hubungan seksual pranikah. Remaja sering kali melakukan hubungan intim bukan hanya untuk mengenal karakter pasangan mereka, tetapi sebagai bentuk pelampiasan dari rasa rindu, bukti kasih sayang, dan validasi cinta terhadap pasangan. Remaja berada dalam fase transisi antara masa anak-anak dan dewasa, yang membuat mereka rentan terhadap pengaruh lingkungan dan naluri seksual. Riset ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologis dan melibatkan empat partisipan berusia 15 hingga 18 tahun yang masih bersekolah di SMP dan SMA dan telah melakukan hubungan seksual pranikah. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam. Hasil riset menunjukkan bahwa makna cinta yang dipahami oleh keempat subjek riset mencakup pengorbanan, keseriusan, kenyamanan, ketakutan akan kehilangan, dan keterbukaan dengan pasangan. Keempat subjek memiliki latar belakang keluarga yang serupa, yaitu kurangnya kelekatan dengan orang tua, yang mungkin berkontribusi terhadap keputusan mereka dalam menjalani hubungan seksual pranikah.
Copyrights © 2024