Department of Naval Architecture
Vol 11, No 4 (2023): Oktober

Penerapan Critical Chain Project Management (CCPM) dalam Percepatan Proyek Reparasi KT. Selat Legundi II – 206 dengan Variasi Pemotongan Safety Time

Fahmi, Syamil (Unknown)
Mulyatno, Imam Pujo (Unknown)
Zakki, Ahmad Fauzan (Unknown)



Article Info

Publish Date
14 Nov 2023

Abstract

Metode Critical Chain Project Management (CCPM) adalah pendekatan manajemen proyek berdasarkan Theory of Constraints untuk mengevaluasi durasi proyek dengan mempertimbangkan keterkaitan antar aktivitas, kebutuhan sumber daya, dan lain-lain. Analisa ini menerapkan buffer proyek pada rantai jalur kritis untuk mengantisipasi keterlambatan. Pada reparasi KT. Selat Legundi II – 206 durasi normal 24 hari, setelah dianalisa menggunakan metode CCPM dengan pemotongan safety time sebesar 50% dengan software menjadi 12 hari, biaya tenaga kerja menjadi Rp 67.050.000, yaitu sama dengan biaya normal, tetapi saat buffer time 9 hari dikonsumsi, maka terjadi kenaikan harga sebesar 38,3% atau menjadi Rp 92.700.000. Saat dianalisa menggunakan metode CCPM dengan pemotongan safety time sebesar 20% dengan software menjadi 20 hari, biaya tenaga kerja mengalami kenaikan 14,3% atau menjadi Rp 76.650.000, tetapi saat buffer time 4 hari dikonsumsi, maka terjadi kenaikan harga sebesar 31,3% atau menjadi Rp 88.050.000. Kedua metode ini lebih efisien dari segi waktu tetapi mengalami kenaikan dari segi biaya.

Copyrights © 2023






Journal Info

Abbrev

naval

Publisher

Subject

Civil Engineering, Building, Construction & Architecture

Description

Jurnal Jurusan Teknik Perkapalan yang berisi artikel karya ilmiah mahasiswa program Sarjana Teknik Perkapalan universitas ...