Upaya pemahaman kepada petani tentang pemanfaatan sumber daya hayati untuk dijadikan pupuk organik cair perlu ditingkatkan melalui sosialisasi dan praktek pembuatan pupuk organic cair dan mikrooganisme lokal untuk mengurangi kebutuhan pupuk kimia serta menerapkan pertanian berkelanjutan. Aplikasi pupuk organik cair yang dibuat dengan bahan limbah pertanian dan limbah sayuran di lahan petani secara langsung merupakan contoh untuk penerapan sistem pertanian berkelanjutan (ramah lingkungan). Tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan di Kawasan Kecamatan Jatinnagor ini memberikan informasi dan keterampilan kepada masyarakat melalui penyuluhan dalam bentuk ceramah, praktek lapangan (demplot), dan diskusi pada temu lapang tentang upaya pemanfaatan sumber daya hayati untuk meningkatkan produksi tanaman dan mengurangi kebutuhan pupuk anorganik. Metode kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini berupa penyuluhan, praktek pembuatan pupuk organic cair atau mikroorganisme lokal dan demonstrasi plot. Pupuk organik cair hasil pembuatan oleh masyarakat yang digunakan dalam demontrasi plot terdiri dari dua formula yaitu formula A dengan bahan dasar limbah buah-buahan dan daun-daunan dengan tambahan air cucian beras sebagai pelarut dan sumber energy. Sedangkan formula B yaitu bahan dasar dari sayuran. Hasil demonstrasi plot menunjukkan bahwa aplikasi pupuk organic cair dapat meningkatkan pertumbuhan tanaman serta mengurangi dosis pupuk NPK.
Copyrights © 2024