Diet yang seimbang menyediakan nutrisi penting untuk energi, pertumbuhan, dan perbaikan tubuh, serta mempengaruhi fungsi gastrointestinal dan mikrobiota usus, yang berdampak pada kesehatan secara keseluruhan. Malnutrisi terkait penyakit (Disease-related malnutrition, DRM) dapat terjadi akibat kekurangan nutrisi, yang berdampak pada komposisi tubuh, fungsi organ, dan meningkatkan morbiditas serta mortalitas. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi validitas ultrasonografi dalam mengidentifikasi defisiensi gizi pada pasien dengan penyakit gastrointestinal, serta membandingkan hasil ultrasonografi dengan metode evaluasi status gizi lainnya guna menentukan keakuratannya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan mengacu pada kerangka medis dan nutrisi. Data klinis dan hasil ultrasonografi dikumpulkan dan dianalisis secara kualitatif. Publikasi akademis dan literatur medis digunakan sebagai bahan sekunder untuk mendukung analisis. Ultrasonografi abdomen dan intestinal terbukti menjadi alat diagnostik non-invasif yang efektif dalam mengidentifikasi pasien dengan gejala abdomen dan gangguan gizi. Ultrasonografi juga berguna dalam penilaian komposisi tubuh dan penentuan massa otot. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan ultrasonografi dalam evaluasi status gizi pada pasien dengan penyakit gastrointestinal memberikan hasil yang akurat dan dapat diandalkan, serta memudahkan pemantauan status gizi secara berkala.
Copyrights © 2024