Penelitian ini mengkaji konsep isti'arah dalam tafsir Al-Qur'an, dengan fokus pada interpretasi Ibnu 'Asyur dalam kitabnya "Tafsir al-Tahrir wa al-Tanwir" terhadap ayat-ayat dalam surat al-Fajr yang mengungkapkan pesan-pesan simbolik melalui penggunaan isti'arah. Isti'arah adalah bentuk seni dalam”Al-Qur'an”yang menggunakan perumpamaan (serupa) yang bertujuan menarik perhatian pembaca dan pendengar. Tujuan penelitian ini adalah untuk memahami konsep isti'arah yang dikemukakan oleh Ibnu 'Asyur dan perbedaannya dengan tafsir lain terkait surat al-Fajr. Dalam penelitian ini, penulis mengidentifikasi tujuh ayat surat al-Fajr kajian tentang Isti'arah dalam konteksnya. Penafsiran Ibnu 'Asyur terhadap ayat-ayat tersebut memiliki tiga bentuk yang berbeda, yang membedakannya dari tafsir lain. Ibnu 'Asyur menyoroti kata isti'arah atau kata terkait dalam penafsirannya, yang menjadi ciri khas dan dianggap sebagai isti'arah mumtazah. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan perbandingan. Ayat-ayat yang mengandung isti'arah diklasifikasikan, dijelaskan, dan dibandingkan dengan penafsiran dari mufassir lain. Data penelitian dikumpulkan melalui metode studi kepustakaan dengan mengacu pada sumber-sumber literatur yang relevan. Kesimpulannya, penelitian ini menunjukkan bahwa konsep isti'arah dalam tafsir Al-Qur'an, khususnya dalam surat al-Fajr, memiliki interpretasi yang beragam. Penafsiran Ibnu 'Asyur yang menyoroti isti'arah dan kata terkait dianggap istimewa dan menjadi pusat perhatian dalam penelitian ini. Penelitian ini berkontribusi pada pemahaman lebih lanjut tentang penggunaan isti'arah dalam Al-Qur'an dan perbedaan pendekatan tafsir dari berbagai mufassir.
Copyrights © 2023