Surfaktan merupakan suatu molekul yang sekaligus memiliki gugus hidrofilik dan gugus lipofilik sehingga dapat mempersatukan campuran yang terdiri dari air dan minyak. Surfaktan berbasis asam oleat bersifat mudah terurai (biodegradable), dan ramah lingkungan. Salah satu surfaktan yang dapat disintesis dari asam oleat adalah polietilen mono-dioleat. Metil ester termasuk bahan oleokimia dasar, turunan dari trigliserida (minyak atau lemak), Bahan baku pembuatan metil ester antara lain minyak sawit, minyak kelapa, minyak jarak, minyak kedelai, dan lainnya. Pembuatan metil ester ada esterifikasi dan transesterifikasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui berapa perbandinga rasio yang digunakan untuk pembuatan surfaktan, dan mengkaji pada sisi optimum pada variable tetap dan tak tetap. Pada proses pembuatan polietilen mono-dioleat menggunakan katalis KOH dan memiliki kesempurnaan waktu rata-rata di titik 5 jam. Sedangkan pada proses pembuatan Metil ester menggunkan katalis H2SO4. Berdasarkan proses titrasi asam basa dari polietilen mono-dioleat dan metil ester memiliki kualitas yang cukup baik, hal tersebut dilihat dari perubahan warna dengan seusai yang diinginkan. Pada proses titrasi asam basa polietilen mono-dioleat dapatkan hasil terbaik pada perbandingan 2:1, waktu reaksi 4.5 jam, dengan temperatur 87°C-89°C. dengan pengadukan 350 rpm
Copyrights © 2024