Amplifikasi RNA virus oleh RT-PCR merupakan baku emas untuk konfirmasi infeksi penyakit COVID-19. Parameter hematologi berperan dalam respon imun suatu infeksi, di antaranya adalah jumlah leukosit, neutrofil absolut, limfosit absolut, monosit absolut, jumlah trombosit, Neutrofil Limfosit Rasio. Parameter-parameter tersebut berpotensi menjadi parameter skrining pada penderita COVID-19. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis perbedaan profil hematologi antara penderita COVID-19 bergejala dan tidak bergejala pada berbagai periode lonjakan kasus (masa varian Alpha/Beta, Delta dan Omicron). Metode penelitian berupa observasional deskriptif komparatif dengan rancangan potong lintang yang dilakukan pada bulan Mei-Agustus 2020, Juni-Juli 2021, dan Januari-Februari 2022 di RSU Kota Tangerang Selatan, Banten, sebanyak 380 subjek. Hasil penelitian ini menunjukkan sebagian besar subjek memiliki gejala (88,9%), subjek terbanyak pada periode Januari – Februari 2022. Median usia subjek 42 tahun, dengan proporsi yang hampir sama antara laki-laki dan perempuan. Hasil uji beda profil hematologi menunjukkan terdapat perbedaan bermakna untuk parameter jumlah trombosit (p=0,002), eosinofil (p<0,001), limfosit (p<0,001), NLR (p<0,001) antara kelompok COVID-19 bergejala dibandingkan dengan kelompok tidak bergejala. Tidak terdapat perbedaan bermakna untuk parameter jumlah leukosit (p=0,702), neutrofil (p=0,061) dan monosit (p=0,368) di antara kedua kelompok tersebut.
Copyrights © 2024