Nyeri persalinan pada ibu bersalin merupakan proses fisiologis, tetapi nyeri persalinan yang berlebih pada ibu dapat mengakibatkan terjadinya kelelahan, persalinan yang memanjang, peningkatan distres maternal, dan peningkatan resiko perdarahan postpartum yang menambahkan Angka Kematian Ibu (AKI), sedangkan pada janin dapat meningkatkan resiko asfiksia berat, trauma cerebral, infeksi dan cidera akibat tindakan. Pemberian metode non farmakologi untuk meminimalisasi nyeri persalinan kala I yaitu dengan menggunakan kombinasi aromaterapi dan relaksasi napas dalam. Aromaterapi neroli merupakan tindakan terapeutik dengan menggunakan minyak essensial bunga jeruk yang bermanfaat sebagai anti spasmodik dan obat penenang ringan dimana penggunaannya bersamaan dengan usaha napas dalam sehingga tubuh relaks. Mengetahui pengaruh kombinasi aromaterapi neroli dan relaksasi napas dalam terhadap nyeri persalinan kala I di Puskesmas Geyer I. Jenis penelitian kuantitatif dengan menggunakan One Group Pretest Posttest Design. Populasi adalah semua ibu bersalin di Puskesmas Geyer I pada bulan Januari sampai Februari 2022 dan sampel penelitian berjumlah 17 responden yang menggunakan tehnik purposive sampling. Analisis Bivariat menggunakan uji statistik Wilcoxon. Hasil penelitian nyeri persalinan kala I sebelum intervensi didapat nilai tengahnya 9 dengan standart deviasi 0,772, sedangkan nyeri persalinan kala I sesudah diberikan intervensi mempunyai nilai tengah 3 dengan standart deviasi 1,448. Hasil uji statistik didapat nilai p value 0,000, maka ada pengaruh yang signifikan pemberian kombinasi aromaterapi neroli dan relaksasi napas dalam terhadap nyeri persalinan kala I. Ada Pengaruh Kombinasi Aromaterapi Neroli dan Relaksasi Napas Dalam Terhadap Nyeri Persalinan Kala I di Puskesmas Geyer I. Kata Kunci: Aromaterapi, Relaksasi Napas Dalam, Nyeri Persalinan
Copyrights © 2024