Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji proses produksi tahu dan dampak limbah tahu terhadap lingkungan, serta memanfaatkan limbah tahu. Pengumpulan data dilakukan melalui metode studi pustaka. Kacang kedelai, yang mengandung protein tinggi dan mudah diproduksi, digunakan sebagai bahan baku pembuatan tahu. Proses pembuatan tahu meliputi tahap persiapan, pencucian dan perendaman, penggilingan, pemasakan, penyaringan, pencetakan, dan pemotongan. Produksi tahu menghasilkan dua jenis limbah: cair dan padat. Limbah cair dihasilkan dari proses pencucian, perebusan, pengepresan, dan pencetakan tahu. Limbah ini sangat tinggi kadar bahan organiknya, dengan suhu mencapai 40°C-46°C, kadar BOD antara 6.000-8.000 mg/L, COD antara 7.500-14.000 mg/L, TSS, dan pH yang cukup tinggi. Limbah padat berasal dari penyaringan dan pengumpulan ampas tahu, yang mengandung nutrisi relatif tinggi, meliputi air (82,69%), abu (0,55%), lemak (0,62%), protein (2,42%), dan karbohidrat (13,71%). Limbah tahu dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku untuk produk makanan, pakan ternak, pupuk organik, dan lain-lain. Daur ulang limbah ini tidak hanya membantu mengurangi dampak pencemaran lingkungan tetapi juga memberikan nilai tambah ekonomi melalui produk-produk bernilai jual tinggi.
Copyrights © 2024