Setiap orang mendambakan kesuksesan, namun mencapainya tidaklah mudah. Dalam Al-Qur’an, kesuksesan diartikan sebagai keberuntungan yang disebut dengan al-falah, dan orang yang beruntung disebut muflih. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji penafsiran indikator muflih dalam surat Al-Mu’minun ayat 1-11 dari tiga kitab tafsir utama. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kepustakaan (library research). Hasil penelitian ini menggambarkan enam kriteria indikator muflih dalam surat Al-Mu’minun ayat 1-11, yaitu: (1) khusyu’ dalam shalat; (2) menjauhkan diri dari perbuatan sia-sia; (3) membayarkan zakat; (4) menjaga kemaluan kecuali terhadap istri dan hamba sahaya; (5) memelihara amanah dan menepati janji; serta (6) memelihara shalat wajib lima waktu. Penafsiran dari ketiga kitab tafsir tersebut memberikan pemahaman mendalam mengenai pentingnya enam indikator ini dalam mencapai keberuntungan menurut perspektif Al-Qur’an. Setiap indikator dijelaskan dengan rinci dan didukung oleh pandangan dari berbagai ulama, yang menegaskan bahwa keberuntungan atau al-falah tidak hanya mencakup aspek spiritual, tetapi juga mencakup aspek sosial dan moral. Dengan demikian, penelitian ini memberikan kontribusi penting bagi pemahaman komprehensif tentang konsep muflih dalam Al-Qur’an dan relevansinya dalam kehidupan sehari-hari.
Copyrights © 2024