Seperti banyak aspek kehidupan manusia lainnya, sektor pertanian terkena dampak pandemi Covid-19. Namun tidak semua dampak pandemi bersifat negatif. Pandemi justru meningkatkan permintaan beberapa jenis komoditas biofarmaka. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui daya saing komoditas biofarmaka di Provinsi Jawa Barat pada masa pandemi Covid-19. Metode desk study dengan menggunakan pendekatan analisis Location Quotient dan analisis Differential Shift digunakan untuk menentukan daya saing komoditas biofarmaka. Data yang digunakan adalah data sekunder produksi tanaman biofarmaka tahun 2019-2022 di seluruh provinsi di Indonesia yang dipublikasikan oleh Badan Pusat Statistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat tiga jenis komoditas biofarmaka yang menjadi komoditas basis di Jawa Barat yaitu jahe, laos, dan kencur. Ketiga komoditas tersebut juga memiliki keunggulan kompetitif di masa pandemi, dengan nilai Differential Shift yang positif. Peluang pengembangan komoditas biofarmaka di Jawa Barat masih terbuka mengingat ketersediaan lahan dan tenaga kerja yang memadai. Strategi intensifikasi tanaman biofarmaka yang didukung dengan penguatan modal dan kelembagaan dapat dipertimbangkan untuk meningkatkan pengembangannya.
Copyrights © 2023