Artikel ini mendeskripsikan tentang modal sosial dan modal budaya dalam pengembangan pendidikan karakter di pondok pesantren modern As-Sakinah Sliyeg Indramayu. Dengan memanfaatkan metode kualitatif dan pendekatan fenomonologi, kajian ini dalam praktiknya berupaya memahami penyelenggaraan pendidikan di pondok pesantren As-Sakinah Sliyeg Indramayu. Ada beberapa temuan dalam kajian ini, antara lain a) Integrasi antara modal sosial dan budaya dalam penyelenggaraan pendidikan di pondok pesantren As-Sakinah Sliyeg Indramayu berprinsip pada pendidikan yang memanusiakan (humanity education) dengan menempatkan ide, perilaku dan kebiasaan para aktor seperti Kiai, ustadz, dan santri sebagai subyek penentu dalam penyelenggaraan pendidikan di pesantren ini; b) Pengembangan pendidikan karakter menggunakan pendekatan uswah atau tauladan dengan menempatkan para ustadz dan kiai sebagai subyek panutan atau figur yang ditiru oleh para santri di pesantren ini; dan c) Dampak modal sosial dan budaya terhadap pengembangan pendidikan karakter adalah menguatnya budaya patron-klien antara ustadz/kiai -yang lebih tinggi statusnya- dengan para santri -yang lebih rendah statusnya-.Kata Kunci: Integrasi, Modal Sosial, Modal Budaya, Pendidikan Karakter dan Pondok Pesantren
Copyrights © 2014