Artikel ini mendeskripsikan makna nadran dan faktor-faktor yang mempengaruhi perubahan sosial dalam upacara ritual nadran di masyarakat pantai utara Cirebon. Dengan memanfaatkan metode kualitatif, riset ini melahirkan beberapa temuan, antara lain: pertama, telah terjadi perubahan sosial masyarakat dalam pelaksanaan upacara ritual Nadran, dari corak Hindu menjadi bernuansa seiring dengan masuknya Islam di daerah Cirebon; kedua, dalam ritualnya, nadran pada masa lampau dilakukan pemotongan seekor kerbau. Dalam perkembangan kekinian ritualnya mengalami pergeseran yakni cukup dengan kepala kerbau dan disertai rujak wuni untuk kemudian dilarungkan di tengah lautan; ketiga, nadran pernah beberapa tahun tidak dilaksanakan mengingat kondisi keamanan yang tidak kondusif. Baru kemudian pada tahun 2005, ritual nadran diselenggarakan kembali dengan alur perjalanan ider-ider (karnaval). Ider-ider sendiri mengalami perubahan, semula berjalan menuju ke arah utara, akan tetapi dalam kurun hampir satu dasawarsa ini, perjalanannya dialihkan menuju arah Selatan. Konon, perubahan ini memiliki makna untuk menghilangkan kultus terhadap upacara Nadran. Bahkan Nadran sekarang hanya sebagai hiburan rakyat nelayan. KataKunci: nadran, perubahan sosial, budaya lokal dan pantai utara Cirebon.
Copyrights © 2014