Tulisan ini membahas tentang Tren foodstagramming: masyarakat hiperrealitas sebagai penunjang status sosial. Kehadiran media sosial seperti instagram menghasilkan fenomena baru yang disebut foodstagramming, yang mengubah gaya hidup dan cara pandang individu terhadap makanan. Dalam penelitian ini peneliti melihat gejala sosial yang ada dalam masyarakat dengan menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif. Hasil dalam penelitian ini menunjukkan bahwa fenomena foodstagramming ditandai dengan individu yang mengunggah foto makanan ke media sosial bertujuan untuk mencari prestise dan status sosial. Realitas yang dihadirkan di media kemudian menjadi acuan utama, masyarakat seolah olah meyakini bahwa yang nyata adalah apa yang ditampilkan di media sosial. Fenomena ini membawa pandangan bahwa kelas sosial yang ingin ditampilkan tersebut menjadi hiperrealitas, yang menurut Jean Baudrillad merupakan efek, keadaan atau pengalaman kebendaan atau ruang yang dihasilkan dari sebuah proses. dengan kesimpulan bahwa tren foodstagramming tidak lebih dari kegiatan permanipulasian dan penipuan kehidupan seseorang yang dilakukan melalui makanan.
Copyrights © 2023