Journal of Holistics and Health Sciences (JHHS)
Vol. 6 No. 1 (2024): Journal of Holistics and Health Sciences (JHHS), Maret

Pengetahuan Pengasuh Tentang Pijat Konstipasi di Panti Asuhan Manarur Mabrur: Caregivers' Knowledge About Constipation Massage At Manarur Mabrur Orphanage

Rika Aprillia (Unknown)
Rini Susanti (Unknown)



Article Info

Publish Date
28 Mar 2024

Abstract

Functional constipation is a common clinical condition and digestive disorder with a high global prevalence. There are different approaches to treating constipation in babies. Although some pharmacological approaches involve the use of laxatives, non-pharmacological approaches are recommended to increase safety, one of which is constipation massage. The lack of knowledge of caregivers regarding treating constipation using baby massage is due to the fact that there has never been any education and training on baby massage given to the orphanage. So the treatment carried out by caregivers when a baby experiences constipation is by giving laxatives. Excessive use of laxatives, enemas, or suppositories can worsen constipation and even cause constipation that is difficult to treat without laxatives. This research method is quantitative descriptive research using non-probability sampling techniques. The population and sample used were all 12 caregivers. The data analysis used in this research is univariate analysis. The results of the study showed that most of the caregivers' knowledge about constipation massage had insufficient knowledge, namely 10 people (83.3%). The majority who did not know about baby massage techniques in statement number 17 were 11 respondents (91.7%). This is due to the lack of information received about massage for constipated babies, especially from health workers. The second culture is that if a baby experiences constipation, the caregiver will immediately give him a laxative.   ABSTRAK Konstipasi fungsional adalah kondisi klinis umum dan gangguan pencernaan dengan prevelensi global yang tinggi. Ada pendekatan berbeda untuk mengatasi sembelit pada bayi. Meskipun beberapa pendekatan farmakologis melibatkan penggunaan obat pencahar, pendekatan non-farmakologis direkomendasikan untuk meningkatkan keamanan, salah satunya yaitu dengan pijat konstipasi. Kurangnya pengetahuan pengasuh terkait penanganan konstipasi menggunakan pijat bayi dikarenakan belum pernah dilakukannya edukasi serta pelatihan pijat bayi yang diberikan ke panti. Sehingga penanganan yang dilakukan pengasuh saat bayi mengalami konstipasi yaitu dengan memberikan obat pencahar. Penggunaan obat pencahar, enema, atau supositoria yang berlebihan dapat memperburuk sembelit dan bahkan menyebabkan sembelit yang sulit diatasi tanpa obat pencahar. Metode penelitian ini yaitu penelitian deskriptif kuantitatif dengan menggunakan teknik sampling non probabilitas. Populasi dan sampel yang digunakan yaitu seluruh pengasuh sebanyak 12 orang. Anasis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis univariat. Hasil penelitian menunjukkan gambaran pengetahuan pengasuh tentang pijat konstipasi sebagian besar memiliki pengetahuan kurang yaitu sebanyak 10 orang (83,3%). Yang didominasi tidak mengetahui tentang teknik pijat bayi pada pernyataan pada nomor 17 sebanyak 11 responden (91,7%). Hal ini dikarenakan kurangnya informasi tentang pijat bayi konstipasi yang diterima khususnya dari petugas kesehatan. Yang kedua budaya apabila ada bayi yang mengalami konstipasi pengasuh akan langsung memberikan obat pencahar.

Copyrights © 2024






Journal Info

Abbrev

jhhs

Publisher

Subject

Health Professions Medicine & Pharmacology Nursing Public Health

Description

Menerima hasil penelitian dalam bidang kesehatan, keperawatan, kebidanan, dan farmasi. Jurnal ini diterbitkan pada bulan Maret dan ...