Abstract. Tourism contributes to climate change, mainly through its emissions. Lembang sub-district has 36.58% of tourist attractions in West Bandung Regency, causing congestion, waste production, and air quality degradation that increase carbon emissions. Tourist activities, such as electricity use, transportation, waste, and food consumption, exacerbate these conditions. The research used mixed method with primary and secondary data, as well as multiple linear regression analysis and comparison of RTRW documents with existing conditions. Linear regression results show tourist transportation as the largest contributor to CO2 emissions with a coefficient of 0.832. Comparative analysis shows the RTRW does not explicitly address climate change and there are differences in the extent and location of land use in Lembang Sub-district. To reduce the impact of climate change, especially from tourist transportation, efforts can be made such as reducing traffic volume, switching to electric vehicles, using public transportation, improving public transportation services, establishing subsidized transportation tariff policies, and providing special tourist transport. Abstrak. Pariwisata berkontribusi terhadap perubahan iklim, terutama melalui emisi yang dihasilkan. Kecamatan Lembang memiliki 36,58% objek wisata di Kabupaten Bandung Barat, menyebabkan kemacetan, produksi sampah, dan penurunan kualitas udara yang meningkatkan emisi karbon. Aktivitas wisatawan, seperti penggunaan listrik, transportasi, sampah, dan konsumsi makanan, memperburuk kondisi ini. Penelitian menggunakan metode mixed method dengan data primer dan sekunder, serta analisis regresi linier berganda dan perbandingan dokumen RTRW dengan kondisi eksisting. Hasil regresi linier menunjukkan transportasi wisatawan sebagai penyumbang terbesar emisi CO2 dengan koefisien 0,832. Analisis perbandingan menunjukkan RTRW tidak secara eksplisit membahas perubahan iklim dan terdapat perbedaan luas serta lokasi penggunaan lahan di Kecamatan Lembang. Untuk mengurangi dampak perubahan iklim, khususnya dari transportasi wisatawan, dapat dilakukan upaya seperti mengurangi volume lalu lintas, beralih ke kendaraan listrik, menggunakan transportasi umum, meningkatkan layanan transportasi umum, menetapkan kebijakan tarif transportasi bersubsidi, dan menyediakan angkutan khusus wisata.
Copyrights © 2024