Daun pare digunakan untuk merangsang pertumbuhan rambut karena memiliki metabolit sekunder yang dapat mempercepat pertumbuhan rambut dan mencegah kerontokan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi hair tonic ekstrak etanol daun pare pada konsentrasi 5%, 10%, dan 15% terhadap pertumbuhan rambut kelinci jantan New Zealand serta untuk mengetahui apakah sediaan memiliki stabilitas yang baik. Ekstrak daun pare digunakan sebagai zat aktif sediaan hair tonic yang diuji organoleptis, pH, dan viskositas sebelum dan sesudah uji cycling test selama 6 siklus, serta dilakukan uji iritasi. Sebanyak 6 ekor kelinci jantan New Zealand dicukur, kemudian dioleskan sediaan sebanyak 0,2 mL selama 21 hari dengan pembagian perlakuan berupa K- (sediaan tanpa zat aktif), F1 (sediaan dengan ekstrak daun pare 5%), F2 (sediaan dengan ekstrak daun pare 10%), F3 (sediaan dengan ekstrak daun pare 15%), dan K+ (minoksidil). Panjang rambut diukur menggunakan jangka sorong dan bobot rambut ditimbang menggunakan timbangan analitik. Sediaan hair tonic dinilai memiliki stabilitas yang baik dilihat dari uji organoleptis sediaan yang berbentuk cair, berwarna hijau kehitaman, homogen, pH masuk dalam rentang toleransi kulit (4-7,5), dan viskositas di bawah 5 cP. Sediaan formula F3 memberikan aktivitas paling besar dengan rata-rata panjang rambut 2,48 cm dan rata-rata bobot rambut 0,38 gram dibandingankan dengan F1 (2,38 cm dan 0,15 gram), F2 (2,43 cm dan 0,31 gram), K- (1,79 cm dan 0,10 gram), dan K+ (2,35 cm dan 0,17 gram). Variasi konsentrasi ekstrak etanol daun pare pada hair tonic berpengaruh terhadap pertumbuhan rambut kelinci New Zealand jantan (p<0.05).
Copyrights © 2023