Penelitian ini menyelidiki bagaimana persepsi, pemahaman akuntansi, kompetensi SDM, dan tingkat pendidikan mempengaruhi penerapan SAK EMKM di UMKM, untuk memberikan panduan kebijakan yang mendukung implementasi standar tersebut. Metode kuantitatif digunakan, dengan pendekatan deskriptif dan verifikatif. Metode kuantitatif menggunakan analisis statistik untuk menguji hipotesis dari populasi atau sampel tertentu. Penelitian deskriptif menjelajahi nilai variabel mandiri tanpa perbandingan, sementara penelitian verifikatif menguji hipotesis yang telah ditetapkan. Data yang dimanfaatkan berasal dari data primer dan sekunder, yang data primer berasal dari kuesoner, sedangakan data sekumder dari dokumen, internet, dan literatur terkait lainnya. Dari total 348 UMKM di wilayah tersebut, 132 di antaranya menerapkan SAK EMKM, tersebar di berbagai kelurahan. Penelitian menggunakan metode purposive sampling karena keterbatasan waktu dan biaya, dengan kriteria pemilihan sampel adalah UMKM di Kecamatan Kiaracondong. Berdasarkan rumus Slovin, diperlukan sekitar 99,24 UMKM sebagai sampel, sehingga diambil 100 UMKM dari total populasi 132 UMKM di wilayah tersebut. Dari uji t, Penerapan SAK EMKM dan Persepsi Pelaku UMKM berdampak signifikan pada Penerapan SAK UMKM, namun Kompetensi SDM dan Tingkat Pendidikan tidak. Temuan uji F memaparkan bila secara keseluruhan, variabel Persepsi Pelaku UMKM, Pemahaman Akuntansi, Kompetensi SDM, dan Tingkat Pendidikan mempengaruhi Penerapan SAK EMKM.
Copyrights © 2024