Neonatus prematur merupakan kondisi pertumbuhan dan perkembangan organ yang belum maturitas hal ini menimbulkan berbagai masalah terutama pada gangguan pernapasan yang biasa di kenal dengan RDS (Respiratory Distress Syndrome). Kondisi ini disebabkan jumlah surfaktan pada pembentukan organ pernapasan yang kurang berkembang dan menimbulkan gejala seperti dispnea / bradipnea / takipnea dengan frekuensi >60-80 x/menit, sianosis, retraksi dada, pernapasan cuping hidung dan menurunya daya compliance. Dalam mengatasi masalah dapat dilakukan tindakan farmakologi maupun Non farmakologi. Untuk tindakan Non-Farmakologi salah satunya dengan pengaturan posisi. Berdasarkan hal ini peneliti tertarik untuk menganalisis intervensi position quarter prone terhadap status oksigenasi pada neonatus premature dengan diagnosis RDS. Pemberian intervensi dilakukan selama 3 hari dengan waktu 60 menit. Pre-test quarter prone pada pasien saturasi oksigennya 90%, frekuensi napas 68x/menit, frekuensi nadi 102x/menit. Post-test posisi quarter prone selama 60 menit menunjukkan adanya kenaikan pada saturasi oksigennya naik menjadi 99%, dan frekuensi napas memperlihatkan turun 62x/menit dan frekuensi nadi 106x/menit. Kesimpulan pada analisis kasus adanya pengaruh dalam pemberian intervensi posisi quarter prone terhadap status oksigenasi pada kenaikan saturasi oksigen, serta kestabilan frekuensi napas dan frekuensi nadi pada neonatus premature yang mengalami Respiratory Distress Syndrome (RDS).
Copyrights © 2024