Budaya Indonesia bersifat kekeluargaan terlihat pada karakteristik lansia yaitu 87,9% lansia tinggal bersama pasangan, keluarga atau tiga generasi. Hal ini menunjukkan peran keluarga baik formal maupun informal sangat diperlukan untuk meningkatkan kesadaran dalam pencapaian kesehatan lansia. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran peran keluarga dalam perawatan lansia dengan penyakit kronis di Yogyakarta. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. Pengambilan sampel menggunakan tehnik accidental sampling sebanyak 139 responden. Kriteria inklusi adalah keluarga memiliki lansia dengan penyakit kronis dan bersedia menjadi responden, sedangkan kriteria eksklusi adalah keluarga tidak berada di rumah saat dilakukan kunjungan. Alat ukur yang digunakan kuesioner peran keluarga yang dimodifikasi dan dilakukan uji validitas di wilayah kerja Puskesmas Kotagede Yogyakarta dengan hasil 15 item valid (0,357 – 0,801) dengan nilai cronbach’s alpha 0,725. Selanjutnya data dianalisis secara deskriptif dalam bentuk distribusi frekuensi kemudian hasilnya ditampilkan dalam bentuk tabel dan dideskripsikan. Penelitian ini telah lolos uji etik dari KEPK STIKES Bethesda Yakkum dengan nomor 026/KEPK.02.01/IV/2023. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar peran keluarga dalam perawatan lansia dengan penyakit kronis baik sebesar 79,9%. Diharapkan perlu diberikan pendampingan secara holistik dan dukungan psikososial bagi keluarga untuk dapat memberikan perawatan yang optimal bagi lansia sehingga pengabaian tidak terjadi.
Copyrights © 2024