Gagal jantung adalah kondisi klinis ketidakadekuatan jantung dalam memompa darah dan mengirim oksigen keseluruh tubuh. Gangguan tidur pada pasien gagal jantung adalah salah satu dari gejala klinis yang muncul yang dialami oleh pasien gagal jantung, karena akan dapat menggangu aktivitas keseharian. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis korelasi antara kualitas tidur dengan self-care pada pasien gagal jantung. Jenis penelitian ini yaitu deskriptif kuantitatif dengan menggunakan metode analitik korelasi rancangan cross sectional. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah non probability sampling dengan metode purposive sampling. Sampel penelitian ini sebanyak 105 sampling di poli jantung RS UNS. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner data demografi, PSQI (Pittsburgh Sleep Quality Index) mendapatkan hasil uji validitas yang menghasilkan nilai valid karena r hitung melebihi r tabel dengan tingkat signifikasi 0.361, adapun nilai uji reabilitas yang diperoleh yaitu sebesar 0.938 dan SCHFI (Self-Care Heart Failure) temuan pada uji validitas menunjukkan hasil valid karena r hitung melebihi r tabel dengan tingkat signifikasi 0.361, adapun nilai ujji reabilitas didapatkan nilai Alpha Cronbach sebesar 0.897. Uji chi-square digunakan untuk menganalisis data. Hasil penelitian menyatakan pasien gagal jantung mengalami kulitas tidur yang buruk memiliki ketidakadekuatan self-care sebanyak 57% dengan hasil nilai Sig.(2-sided) P=0.006. Kesimpulan dari hasil penelitian ini adalah kualitas tidur memiliki korelasi dengan self-care pada pasien gagal jantung.
Copyrights © 2023