Rumah sakit adalah sistem pelayanan kesehatan yang mencakup sistem surveilans untuk pencegahan dan pengendalian, termasuk pengendalian infeksi. Infeksi terkait layanan kesehatan (HAIs) adalah infeksi di mana orang yang terkena tertular setelah lebih dari 48 jam pengobatan dan pasien belum memasuki masa inkubasi. Dampak dari infeksi terkait layanan kesehatan meliputi peningkatan morbiditas, peningkatan mortalitas, dan rawat inap pasien yang berkepanjangan, sehingga perlu adanya menerapkan IDO bundle complience. Kepatuhan terhadap Bundles IDO yang terdiri dari kepatuhan pre operasi, intra operasi dan post operasi dinilai patuh apabila dilakukan seluruh point kepatuhan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah ada hubungan antara kepatuhan penerapan bundel IDO dengan frekuensi infeksi di area operasi. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif. Jenis penelitian ini menggunakan deskriptif korelasi dengan menggunakan uji rank spearman. Penelitian dilakukan di RS Semarang dengan jumlah sampel sebanyak 67 responden. Teknik pengambilan sampel mengunakan purposive sampling. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan Z-score hitung -0,502 dan p-value = 0,000 <. 0,05. Kesimpulan: Terdapat hubungan antara kepatuhan petugas keperawatan dalam melaksanakan paket IDO dengan kejadian infeksi luka operasi di RS Semarang. Karena hasilnya -0,502 maka terdapat hubungan negatif sedang/sedang antara variabel dependen dan independen.
Copyrights © 2024