Infeksi adalah salah satu dari banyak penyebab kematian ibu. Ruptur perineum terjadi pada 40% ibu yang baru pertama kali melahirkan dan 20% kehamilan berikutnya. Sayatan bedah yang disebut episiotomi dapat dilakukan agar janin dapat dilahirkan tanpa memberikan tekanan berlebihan pada ibu atau perineum . Intervensi untuk mengurangi nyeri ruptur perineumdapat dilakukan dengan sith bath. Tujuan peneltian ini adalah untuk mengetahui pengaruh sitzbath terhadap penyembuhan luka rupture perineum di TPMB L Tangerang. Metode penelitian ini menggunakan quasi ekspremintal design, pre test-post test control group design. Populasi dalam penelitian ini adalah semua ibu bersalin yang datang di TPMB L Tangerang pada bulan Agustus – November 2023. Sampel dalam penelitian ini adalah ibu post partum yang mengalami rupture grade 2. Tehnik pengambilan sampel yang digunakan adalah total sampling. Penelitian ini diberikan terhadap ibu post partum dengan luka perineum derajat 2 hari ke 2 sampai hari ke 7 selama 15 menit, sehari 2 kali pada kelompok intervensi dan kelompok kontrol, setelah itu dikaji luka rupture perineum pada kelompok intervensi yang diberikan sitz bath air hangat dengan minyak zaitun (medicated sitz bath) dan kelompok kontrol yang diberikan sitz bath saja (non medicated sitz bath), selanjutnya dilakukan pengkajian luka rupture perineum hari ke-8 pada masing-masing kelompok. Instrumen yang digunakan yaitu dengan skala REEDA. Analisa data menggunakan uji univariat dan uji bivariate menggunakan uji non parametik dengan menggunakan Uji Wilcoxon. Hasil penelitian: terdapat pengaruh pemberian medicated sitz bath terhadap nyeri ruptur perineum.
Copyrights © 2023