Angka morbiditas diare sekitar 200-400 kasus per 1.000 orang setiap tahun masih menjadi masalah kesehatan masyarakat, terutama di negara berkembang seperti Indonesia. Dari awal Juni hingga Juli 2022, terjadi peningkatan kasus diare di Puskesmas Tebon di Magetan, Jawa Timur. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menggambarkan penyebaran kasus diare, menemukan kelompok kasus, dan menganalisis bagaimana kasus diare berkorelasi dengan jumlah dan kepadatan penduduk di wilayah kerja Puskesmas Tebon pada tahun 2022. Data sekunder untuk penelitian ini berasal dari laporan surveilans Puskesmas Tebon. Data sekunder yang digunakan dalam penelitian diperoleh dari laporan surveilans Puskesmas Tebon. Menggunakan studi ekologi dengan populasi sebagai unit analisis, penelitian ini mendeskripsikan distribusi kasus diare, menemukan klaster kasus, dan menganalisis bagaimana kasus diare berkorelasi dengan jumlah dan kepadatan penduduk di wilayah kerja puskesmas Tebon pada tahun 2022. Software Google Earth Pro, QGIS 3.28, GeoDa, dan SaTScan digunakan untuk menganalisis data. Desa Mangge memiliki lebih banyak kasus diare, dengan rentang antara 66 dan 100 kasus. Desa Karangsono adalah pusat kasus diare, dengan p-value 0,029 dan p-value 0,002. Pada tahun 2022, satu kelompok kasus diare ditemukan (p-value 0,001; RR: 3,03).
Copyrights © 2023