Patah tulang merupakan diskontinuitas atau kerusakan struktur jaringan tulang, tulang rawan atau epifisis dan merupakan masalah kesehatan baik di Indonesia maupun dunia. Tulang adalah jaringan komposit yang terdiri dari matriks organik, mineral anorganik, sel, dan air. Untuk mengatasi masalah penyembuhan yang terjadi padah patah tulang digunakan material bone substitute sebagai salah satu metode untuk mengoptimalkan proses penyembuhan pada tulang. Proses In-Vitro digunakan untuk mengetahui bagaimana pengaruh bidegradibilitas dan bioresorbable. Proses In-Vitro dilakukan dengan mencelupkan bone substitute pada larutan saline. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui performa biodegradasi dan bioresorbable material bone cement dengan variasi komposisi serta memprediksi optimasi treatment melalui pengamatan in-vivo. Dalam penelitian ini digunakan menggunakan variasi sampel bone cement, yakni: Cs3Hap37, Cs4Hap36, dan Cs5Hap35. Variasi bone filler menggunakan variasi sampel, yakni: Cs2Hap20, Cs2Hap30, dan Cs2Hap40. Dari immersion test didapatkan jika bone substitute mempunyai sifat biodegradasi dan bioresorbable dengan mampu terdegradasi pada larutan saline. Hasil penimbangan berat specimen semua sampel menunjukkan tren peningkatan setiap minggunya. Dari pengujian FTIR ditemukan peak baru setelah 3 minggu perendaman. Berdasarkan uji UV-Vis terlihat adanya peak setelah perendaman pada minggu pertama.
Copyrights © 2023