Sub DAS Gunting, dengan luas mencapai 363 km2, memiliki peran krusial sebagai wilayah resapan air di dalam DAS Brantas. Namun, dampak perubahan tata guna lahan yang disebabkan oleh pertumbuhan penduduk yang cepat telah mengurangi luas resapan air, yang pada gilirannya berkontribusi terhadap meningkatnya risiko banjir. Untuk mengatasi tantangan ini, kami melakukan analisis spasial menggunakan metode skoring guna menilai tingkat kekritisan daerah resapan air di Sub DAS Gunting. Analisis kekritisan lahan ini dilakukan dengan membandingkan potensi infiltrasi alami dan tingkat infiltrasi aktual di wilayah Sub DAS Gunting. Potensi infiltrasi alami dihitung melalui overlay dan skoring peta kemiringan lereng, peta jenis tanah, serta peta hujan infiltrasi. Sementara itu, tingkat infiltrasi aktual dievaluasi berdasarkan peta tutupan lahan Sub DAS Gunting. Berdasarkan analisis spasial dengan metode skoring, hasil menunjukkan bahwa kondisi potensi infiltrasi alami sebagian besar berada dalam kategori sedang dengan luas 182,3 km2 (50,11% dari luas Sub DAS Gunting), sementara kondisi kekritisan lahan mayoritas masuk dalam kategori baik dengan luas 157,7 km2 (43,35% dari luas Sub DAS Gunting). Temuan ini memberikan panduan penting dalam merumuskan langkah-langkah strategis untuk menjaga dan mengoptimalkan fungsi daerah resapan air serta mengurangi risiko banjir di Sub DAS Gunting.
Copyrights © 2024