Proses pembangunan kapal merupakan kegiatan yang kompleks dan penuh risiko yang dapat menyebabkan kegagalan. Seringkali, terdapat kasus di mana pembangunan kapal mengalami hambatan dan tidak dapat dilanjutkan dalam waktu yang lama. Ketika kapal yang telah lama terbengkalai ingin dilanjutkan pembangunannya, berbagai risiko muncul yang berpotensi mempengaruhi biaya pelanjutan proses pembangunan tersebut. Sebelum memutuskan untuk melanjutkan pembangunan, pemilik kapal harus mempertimbangkan dengan cermat risiko biaya yang terkait dengan kelanjutan proyek tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi risiko-risiko yang terkait dengan kelanjutan pembangunan kapal yang terhenti, dengan fokus pada kapal tugboat 2 x 1800 HP yang mengalami pemberhentian selama 1,5 tahun. Metode penelitian yang digunakan adalah pengumpulan data dari pembangunan kapal yang terhenti serta penilaian risiko dengan menggunakan hasil kuesioner yang didapatkan dari beberapa stakeholder dalam proses pembangunan kapal. Hasil penelitian menunjukkan adanya risiko teknis yang terkait dengan 13 tahapan produksi lanjutan dari kapal tersebut. Selanjutnya, penelitian ini juga mengevaluasi skenario kelanjutan pembangunan kapal dengan pihak pemilik yang sama, yang akan menyewa fasilitas galangan menggunakan skema permodalan 80% pinjaman bank dan 20% modal pemilik. Evaluasi dilakukan dengan menggunakan indikator kelayakan investasi, yaitu Internal Rate of Return (IRR) sebesar 17,56%, Net Present Value (NPV) sebesar Rp. 48.402.116.624, dan Payback Period (PBP) selama 12 tahun. Skenario tersebut menunjukkan risiko biaya yang paling rendah dibandingkan dengan skenario lainnya. Namun, terdapat risiko dengan kategori sedang dan tinggi yang perlu dikelola dengan langkah mitigasi yang tepat guna mengurangi kemungkinan terjadinya risiko dan konsekuensinya.
Copyrights © 2024