Jurnal Teknik ITS
Vol 13, No 2 (2024): IN PRESS (Artikel masih bisa bertambah)

Desain Pabrik Bioetanol Dari Limbah Tandan Kosong Kelapa Sawit (TKKS)

Martin, Gerardo (Departemen Teknik Kimia Institut Teknologi Sepuluh Nopember)
Nau, Steven Edvardomaris (Departemen Teknik Kimia Institut Teknologi Sepuluh Nopember)
Juliastuti, Sri Rachmania (Departemen Teknik Kimia Institut Teknologi Sepuluh Nopember)



Article Info

Publish Date
01 Oct 2024

Abstract

Setiap tahun, kebutuhan energi yang meningkat mendorong banyak penelitian untukmencari alternatif bahan bakar fosil. Salah satunya adalah bioetanol, yang diharapkan dapatmenjadi pengganti bensin. Saat ini, bioetanol digunakan sebagai campuran dalam bensinuntuk meningkatkan kualitasnya. Hadirnya oksigen dalam bioetanol meningkatkan efisiensidan mengurangi emisi yang berbahaya bagi kesehatan manusia, seperti partikulat dan gasnitrogen oksida. Bioetanol dapat diproduksi menggunakan bahan baku biomassa, sepertibagasse tebu.Proses produksi bioetanol telah berkembang dari generasi pertama hingga keempat.Generasi pertama menggunakan bahan pangan, generasi kedua menggunakan bahan nonpangan yang dianggap menguntungkan secara ekonomi dan teknis karena memanfaatkanlimbah agrikultur, generasi ketiga menggunakan mikro atau makro alga, sedangkan generasikeempat menggunakan organisme termodifikasi. TKKS masuk dalam generasi keduasehingga produksi bioetanol dari TKKS tidak hanya mengurangi limbah tetapi jugamenghasilkan produk yang memiliki nilai jual lebih tinggi.Pabrik bioetanol dari TKKS ini bertujuan untuk mendukung program pemerintahdalam transisi energi ke green energy. Dengan kapasitas produksi 5.000.000 L/tahun selama330 hari operasi, pabrik direncanakan akan dibangun di Kawasan Industri Dumai, Riau,Sumatera. Lokasi ini dipilih untuk meminimalkan biaya transportasi bahan baku karenaberada di satu pulau.Proses produksi bioetanol dari TKKS melibatkan tiga proses utama: pre-treatment,fermentasi (sebagai proses utama), dan purifikasi. Proses pre-treatment bertujuan untukmereduksi ukuran TKKS, menghilangkan kotoran, dan mendegradasi lignin menggunakanlarutan natrium hidroksida encer. Proses fermentasi menggunakan teknologi Simultaneous Saccharification Co-Fermentation (SSCF) di mana hemiselulosa dan selulosa pada TKKSdikonversi menjadi etanol dengan bantuan mikroba seperti Saccharomyces cerevisiae danScheffersomyces stipitis. Proses purifikasi melalui distilasi dan dehidrasi bertujuan untukmemisahkan etanol dari impuritasnya.Tinjauan ekonomi rancangan pabrik ini didasarkan pada dua sumber dana, yaituinvestasi modal sendiri sebesar 60% dan biaya modal pinjaman bank sebesar 40%. Hasilanalisa ekonomi mendapatkan nilai-nilai sebagai berikut: Capital Expenditure (CAPEX) : Rp133.995.418.843, Operational Ecpenditure (OPEX) : Rp45.759.391.627, Net Present Value (NPV) : Rp155.179.870.172, Internal Rate of Return (IRR) : 19,62%, Pay Out Time (POT) : 5,23 tahun, Break Even Point (BEP) : 52,52%Berdasarkan hasil analisa ekonomi, nilai-nilai %IRR, BEP, dan POT menunjukkan bahwaPabrik Bioetanol dari TKKS ini layak didirikan.

Copyrights © 2024






Journal Info

Abbrev

teknik

Publisher

Subject

Engineering

Description

Jurnal Teknik ITS merupakan publikasi ilmiah berkala yang diperuntukkan bagi mahasiswa ITS yang hendak mempublikasikan hasil Tugas Akhir-nya dalam bentuk studi literatur, penelitian, dan pengembangan teknologi. Jurnal ini pertama kali terbit pada September 2012, dimana setiap tahunnya diterbitkan 1 ...