Udang merupakan komoditas dengan tingkat produksi cukup tinggi di Indonesia setelah nila dan lele serta memiliki potensi pasar domestik dan ekspor yang besar. Dengan potensi pasar yang besar serta dorongan pertumbuhan produksi komoditas udang melalui program Percepatan Tambak Udang Nasional produksi udang saat ini terus mengalami kenaikan. Akan tetapi, dengan kenaikan produksi udang, terdapat konsekuensi akan meningkatnya produk limbah udang yang saat ini masih belum memiliki model distribusi yang jelas. Oleh sebab itu, pada tugas akhir ini dilakukan Perencanaan model distribusi limbah udang dari wilayah luar Jawa Timur menuju wilayah Jawa Timur yang memiliki permintaan akan limbah udang cukup besar serta model distribusi dari hasil dari pengolahan limbah udang yaitu pakan udang menuju area tambak di Indonesia. Metode yang digunakan adalah set covering dan TSP untuk rute pabrik udang menuju pabrik limbah udang, optimasi pada rute serta armada pelayaran terpilih, optimasi penjadwalan keberangkatan kapal pengangkut limbah udang, serta CVRP dalam menentukan rute pabrik limbah udang menuju pabrik pakan udang dan seluruh biaya yang dibutuhkan dalam mengangkut limbah udang dan pakan udang. Hasil analisis ini menunjukkan bahwa dalam pengiriman limbah udang dengan moda transportasi laut, skenario rute direct merupakan skenario optimum dalam mengirimkan limbah udang dengan total frekuensi kapal sebanyak 117 kali /tahun. Total biaya untuk mendistribusikan limbah udang dari pabrik udang beku menuju pabrik pakan udang sebesar Rp10.376.554.357 /tahun. Kemudian untuk distribusi pakan udang didapatkan total biaya Rp18.993.747.200 /tahun.
Copyrights © 2024