Proses pembuatan batik menggunakan pewarna sintetis dan bahan kimia menghasilkan air limbah mengandung zat-zat kimia yang meningkatkan kandungan BOD, COD, TSS, dan warna pada air limbah. Pengolahan air limbah dengan sistem reed bed merupakan salah satu alternatif yang banyak digunakan karena kemudahan dalam konstruksi dan pemeliharaannya. Struktur utama reed bed system (RBs) yaitu lapisan bawah yang kedap air, terdapat kerikil dan pasir sebagai media penyaringan alami, dan tumbuhan. Tumbuhan Cyperus papyrus dan Eleocharis dulcis dapat meningkatkan kualitas air karena mempunyai kemampuan menyerap pencemar dalam air. Penelitian ini menganalisis kemampuan tumbuhan Cyperus papyrus dan Eleocharis dulcis dalam menurunkan kandungan pencemar pada air limbah industri batik menggunakan sistem reed bed dengan tipe pengaliran free surface flow (FSF) secara batch selama 7 hari. Karakteristik limbah cair industri batik di salah satu home industry batik di Kecamatan Kauman, Tulungagung mempunyai kandungan BOD 1123,65 mg/L, COD 2488,89 mg/L, TSS 1380 mg/L, pH 7,4, dan warna 0,859 A. Hasil Range Finding Test (RFT) tumbuhan dapat bertahan hidup pada konsentrasi limbah 10%. Penurunan kandungan BOD, COD, TSS, dan warna limbah cair industri batik paling efektif dan memenuhi baku mutu yaitu pada reaktor menggunakan tumbuhan Cyperus papyrus dengan waktu tinggal 5 hari dengan kandungan BOD 24,56 mg/L, COD 114,29 mg/L, TSS 50 mg/L, dan warna 0,038 A. Efisiensi penyisihan BOD 78,14%, COD 54,08%, TSS 63,77%, dan warna 56,34%.
Copyrights © 2024