Seiring dengan perkembangan teknologi, startup digital yang berada pada tahap Early-Stage memerlukan pembekalan dan pembinaan untuk memperkuat pondasi bisnis mereka. Salah satu lembaga yang dapat memberi wadah bagi Early-Stage startup digital untuk berkembang adalah inkubator nirlaba. Paper ini mengulas studi literatur terhadap 86 referensi untuk memetakan faktor penentu keberhasilan dan hambatan yang dialami oleh inkubator nirlaba dalam pembinaan startup digital. Terdapat 12 faktor penentu keberhasilan dan 10 faktor penghambat inkubator nirlaba yang perlu dinilai relevansinya dalam konteks di Indonesia. Berdasarkan penilaian expert inkubator nirlaba di Indonesia, maka 3 (tiga) faktor prioritas penentu keberhasilan adalah komposisi dan ukuran tim startup (relevansi 100,00%, ranking 1), kebijakan dan regulasi SAINTEK (relevansi 93,33%, ranking 2), dan profil dan rekam jejak startup (relevansi 86,67%, ranking 3). Sedangkan, pada variabel faktor penghambat utama, terdiri dari kondisi tren pasar yang tidak menentu (relevansi 86,67%), kompetensi manajemen rendah (relevansi 86,67%), dan rendahnya pengalaman founders startup (relevansi 86,67%). Dengan mengetahui adanya faktor penentu keberhasilan dan penghambat, maka inkubator nirlaba di Indonesia dapat fokus mempertimbangkan faktor-faktor tersebut agar program inkubasi dapat berjalan efektif.
Copyrights © 2024