Offshore Substation merupakan infrastruktur yang sangat penting untuk menunjang aktivitas eksploitasi energi angin di lepas pantai. Untuk membangun platform substation, diperlukan beberapa tahapan fabrikasi dan konstruksi salah satunya yaitu proses roll-up. Pada proses roll-up tersebut, terjadi penurunan tanah pada fabrication yard yang mengakibatkan struktur jacket mengalami kemiringan dan memungkinkan terpapar risiko terjadinya kegagalan, sehingga dapat mengurangi efektivitas dari integritas struktur jacket. Pada penelitian Tugas Akhir ini, akan dilakukan analisis konfigurasi roll-up seperti rigging, dan temporary structure digunakan pada proses roll-up. Pemodelan dan analisis statis struktur jacket menggunakan software SACS v11.3 dengan variasi roll-up angle yaitu 0°, 50°, 75°, 81°, 85°, dan 94.74° untuk mengetahui nilai unity check (UC) pada member dan joint strength dari struktur jacket. Kemudian, analisis dilanjutkan pada respon/reaksi support akibat roll-up dan penurunan tanah. Hasil analisis menunjukkan bahwa struktur jacket masih memenuhi kriteria desain dan tidak mengalami kegagalan dengan unity check maksimum untuk member jacket yaitu 0.630 dan unity check maksimum untuk joint strength 0.809. Pada analisis rigging didapatkan konfigurasi 12 sling, 16 shackel, dan 4 crane untuk mendukung proses roll-up ini. Diperoleh efisiensi maksimum untuk sling yaitu sebesar 85.35%; 72.17% untuk shackel dan 89.44% untuk crane. Untuk analisis reaksi tumpuan akibat settlement didapatkan reaksi maksimum 2432.91 kN pada U-Saddle 1 dan 1462.31 kN pada V-Saddle A2.
Copyrights © 2024