Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkarakterisasi kesalahan linguistik yang dilakukan oleh mahasiswa MPBI-UMS saat memerankan kepala desa terpilih. Penelitian ini menggunakan strategi deskriptif kualitatif. Kata, frase, klausa, dan kalimat dari pidato penerimaan yang diberikan oleh mahasiswa MPBI-UMS setelah terpilih menjadi kepala desa dimasukkan dalam kumpulan data untuk dianalisis. Wacana lisan siswa berfungsi sebagai sumber data, sedangkan metodologi mendengarkan dan mencatat berfungsi sebagai teknik pengumpulan data. Analisis padanan referensial, analisis padanan fonetik artikulatoris, analisis perluasan dalam metode agih, dan analisis pembacaan tanda digunakan untuk menganalisis data. Berikut adalah temuan dari investigasi ini yaitu terdapat 20 data bentuk kesalahan berbahasa yang meliputi: (1) Kesalahan pada bidang fonologi: Ditemukan 5 data bentuk kesalahan berbahasa, termasuk kesalahan dalam penulisan, penghilangan fonem vokal, kesalahan dalam penulisan huruf kapital, dan kesalahan dalam penulisan cetak miring. (2) Kesalahan pada bidang morfologi: Terdapat 1 data bentuk kesalahan berbahasa, yaitu pengulangan kata atau reduplikasi. (3) Kesalahan pada bidang sintaksis: Terdapat 12 data bentuk kesalahan berbahasa, yang meliputi kesalahan dalam penulisan kalimat atau kata mubadzir, penggunaan kata tidak baku, dan kalimat tidak jelas. (4) Kesalahan ejaan: Terdapat 2 data bentuk kesalahan ejaan, yakni kesalahan dalam penggunaan tanda baca. Kesalahan berbahasa bisa terjadi dikarenakan kurangnya pemahaman penutur terhadap kaidah bahasa Indonesia yang baik dan benar. Melalui pembelajaran bahasa yang rutin, kompetensi berbahasa seseorang dapat diperbaiki menjadi lebih baik.Kata kunci: Kesalahan Berbahasa; Mahasiswa; Berpidato.
Copyrights © 2023