Pada sistem tenaga listrik, proteksi sangat dibutuhkan dalam penyampaian listrik sampai pada konsumen. Sistem ditribusi tegangan menengah 20kV, sering ditemui adanya gangguan hubung singkat. Tercatat pada periode tahun 2022 terjadi gangguan hubung singkat sebanyak 56 kali pada penyulang Lancang Garam. Dikarekanan hal ini, PT. PLN merencanakan pemasangan rele proteksi tambahan berupa recloses guna memperkecil daerah padam yang diakibatkan gangguan. Untuk itu, penulis akan membahas tentang koordinasi proteksi rele arus lebih dan gangguan tanah pada penyulang Gardu Hubung Lancang Garam. Dimana setting low set ditetapkan berdasarkan 1,2 arus beban dan high set berdasarkan arus gangguan hubung singkat. Hasil koordinasi yang dilakukan pada Gardu Induk Kota Lhokseumawe jaringan distribusi ULP Lancang Garam menunjukkan terdapat kesalahan koordinasi pada OCR. Berdasarkan analisis pada kurva setting existing relay, ditemukan kurva yang saling tumang tindih lebih tepatnya pada relay1 penyulang L.G 01. Oleh karena itu dilakukan evaluasi pada setting relay OCR di Gardu Induk Kota Lhokseumawe jaringan distribusi ULP Lancang Garam. Evaluasi yang dilakukan pada koordinasi Gardu Induk Kota Lhokseumawe jaringan distribusi ULP Lancang Garam ialah perlunya diadakan resetting relay pada OCR. Setelah dilakukan resetting relay pada ETAP 19.0.1, kurva yang dihasilkan sudah tidak saling tumpang tindih dan tidak berpotongan. Jeda waktu kerja antara relay sudah sesuai dengan standar IEEE 242 yaitu 0,2-0,4 detik. Sedangkan pada hasil resetting relay jeda waktu yang dihasilkan ialah 0,5 detik dan masih termasuk kondisi yang normal.
Copyrights © 2023