Usaha tani ubi kayu merupakan salah satu tanaman pangan strategis yang menunjang pereonomian nasional. Peningkatkan produksi ubi kayu tidak terlepas dari pengelolaan usaha tani secara efektif dan efisien, hal tersebut berdampak pada peningkatan pendapatan yang dipengaruhi oleh indikator HPP. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kelayakan usaha tani dan harga pokok produksi (HPP) ubi kayu di Provinsi Lampung. Metode analisis penelitian yang digunakan adalah analisis pendapatan, R/C Ratio, BEP dan HPP. Penelitian dilakukan di Kecamatan Terusan Nyunyai dan Kecamatan Rumbia di Kabupaten Lampung Tengah. Jumlah sampel sebanyak 271 petani yang terdiri dari 130 petani di Kecamatan Nyunyai dan 141 di Kecamatan Rumbia. Hasil penelitian menunjukan bahwa kelayakan usaha tani ubi kayu yang diukur bedasarkan analisis pendapatan diperoleh nilai pendapatan sebesar Rp. 21.640.964,98 per haktar per musim tanam dengan R/C ratio 2,09 dan BEP harga sebesar Rp. 637,31 serta BEP produksi sebanyak 1.0851,83 kg sehingga hasil kelayakan usaha tani ubi kayu layak untuk terus dikembangkan. Kemudian, nilai HPP ubi kayu didapatkan sebesar Rp. 663,33/kg yang artinya petani ubi kayu harus menjual ubi kayu diatas HPP supaya petani ubi kayu mendapatkan keuntungan.
Copyrights © 2024