Penelitian ini membahas konsep estetika sanggit sebagai paradigma pertemuan tradisi dan modernitas dalam penciptaan karya seni, dengan fokus pada model animasi karakter Srikandi dalam Wayang Purwa Surakarta. Di era globalisasi, terdapat dua tantangan utama dalam budaya: kemajuan dan pelestarian warisan budaya. Estetika sanggit menawarkan pendekatan untuk menyeimbangkan keduanya. Dalam penelitian ini, ditekankan pada karya reinterpretasi sanggit yang menggabungkan idiom tradisi dengan teknik pembabaran modern. Pendekatan ini menghasilkan berbagai versi gaya yang bergantung pada teknik yang diterapkan. Karya-karya tersebut mencerminkan ungkapan perasaan pribadi melalui idiom tradisi yang disusun secara modern. Model animasi Srikandi menunjukkan bagaimana estetika sanggit dapat diterapkan dalam bentuk animasi, memperkaya dan memperluas interpretasi Wayang Purwa Surakarta dalam konteks budaya kontemporer.
Copyrights © 2024