Indonesia kaya dengan berbagai macam event festival, itu sebab nya festival selalu menarik untuk dikaji karena fungsinya. Salah satunya adalah membangun komunikasi organisasi dalam mengupayakan pelestarian tradisi budaya dan kearifan lokal disuatu daerah. Oleh karenanya, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses kolaborasi antaraktor penyelenggara event festival Bau Nyale yang dilakukan Dinas Pariwisata Dan Kebudayaan Kabupaten Lombok Tengah. Penelitian ini dilakukan untuk memperkaya kajian komunikasi organisasi dalam konteks menjalin hubungan antara organisasi publik pemerintahan dengan stakeholder nya selaku pihak eksternal. Terdapat perjalanan yang cukup panjang dalam upaya pengembangan tradisi menjadi event festival, untuk itu penelitian ini menggunakan pendekatan Coordinated Management of Meaning (CMM) dalam melihat nilai-nilai baru yang ada pada event festival, serta untuk menemukan titik pertemuan penting antara pihak pemerintah dan kelompok adat. Penelitian ini menggunakan pendekatan konstruktivis dengan metode penelitian etnografi deskriptif kualitatif. Data-data kualitatif yang dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, Focus Group Discussion (FGD), dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya kolaborasi antaraktor yang terlibat dalam event festival Bau Nyale. Kunci dari kolaborasi yang dilakukan adalah mensukseskan jalannya negosiasi diantara kedua pihak. Hasil penelitian ini menjelaskan bahwa komunikasi organisasi dalam penyelenggaraan event festival Bau Nyale dipengaruhi oleh pendekatan CMM melalui negosiasi integratif (menang-menang) dengan pemahaman antaraktor mengenai Bau Nyale, nilai yang terkandung dalam Bau Nyale, dan juga aspek budaya yang muncul dari Bau Nyale. Kata Kunci: Kolaborasi Antaraktor, Komunikasi Organisasi, CMM, Negosiasi Integratif
Copyrights © 2024