Tujuan penelitian ini untuk mengetahui bagaimana dinamika sosial tradisi jimpitan dan ronda. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan teknik observasi partisipatif dan wawancara mendalam dengan anggota masyarakat Desa Blimbinggede yang terlibat dalam praktik jimpitan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi jimpitan masih memegang peranan penting dalam memperkuat ikatan sosial dan identitas budaya masyarakat Desa Blimbinggede. Meskipun terdapat tantangan dari modernisasi dan perubahan sosial, tradisi ini tetap relevan dan dianggap sebagai simbol kebersamaan dan kearifan lokal. Kesimpulannya, upaya pelestarian dan penyesuaian tradisi jimpitan dengan dinamika sosial yang ada dapat menjadi strategi yang efektif dalam memperkuat solidaritas dan identitas budaya di masyarakat pedesaan. Kata Kunci: Dinamika Sosial, Kearifan Lokal, Tradisi Jimpitan.
Copyrights © 2024